Search by Price
Cek Ongkos Kirim
jne
Jam Operasional
Senin - Jumat:
09.00 WIB - 17.00 WIB

  Sabtu, Minggu dan Hari Besar Libur
ShoutBox
loading...
My Shopping Cart
0 Items
- Rp. 0

Mitos-Mitos Unik Imlek

Clovers beretnis Tionghoa sebentar lagi akan merayakan hari Raya Imlek. Imlek adalah perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa. Berdasarkan legenda China Imlek adalah perayaan yang dilakukan para petani setelah melewati musim dingin dan sebagai bentuk syukur musim semi. Hari Raya Imlek juga menjadi hari berkumpul anggota keluarga, sebagai momen berbagi kasih sayang.

Dalam perayaan Imlek juga banyak mitos-mitos unik. Yuk, simak!

Nian

Nian dalam perayaan Imlek diceritakan seekor hewan buas mirip singa dengan tubuh bersisik emas. Konon, Nian akan datang ke desa setahun sekali dan memakan apa pun yang ditemuinya termasuk memakan manusia. Karena legenda ini, maka setiap hari Imlek para penduduk desa meletakan makanan di depan pintu rumah sebelum kedatangan Nian. Nian juga dipercaya tidak akan memakan anak-anak yang memakai baju berwarna merah, dan takut dengan petasan. Maka dari itulah, warna merah menjadi warna baju wajib di perayaan Imlek. Sedangkan petasan dan Barongsai diadakan saat Imlek untuk mengusir Nian.

Menyapu

Di hari pertama dan kedua dilarang menyapu dan membuang sampah. Ada kepercayaan bahwa jika menyapu pada hari Imlek maka kebahagiaan atau nasib baik akan ikut tersapu. Jadi beberapa orang yang mempercayai mitos ini tidak akan menyapu selama Imlek. Lantai akan kembali di sapu setelah Hari Tahun Baru selesai, yaitu tiga hari setelah Imlek. Selain larangan menyapu ada juga anjuran untuk memotong rambut sebagai simbol buang sial.

Liong dan Barongsai

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, Liong dan Barongsai adalah lambang kebahagiaan dan kesenangan. Naga dan Singa akan menari bersama sebagai simbol menyambut keberuntungan dan kebahagiaan dalam pergantian tahun.

Hidangan Imlek

Pada Hari Raya Imlek juga disajikan hidangan-hidangan istimewa. Di antaranya adalah, hidangan ayam utuh yang melambangkan keutuhan keluarga, mie panjang umur sebagai simbol panjang umur, dan hidangan kerang sebagai simbol kekayaan. Selain itu ada juga buah yang menjadi simbol Imlek yaitu jeruk. Jeruk berarti buah yang membawa rejeki. Warnannya yang oranye dianggap sebagai simbol emas yang berarti uang. Karena inilah biasanya di perayaan Imlek akan banyak hidangan jeruk.

Ampao

Ini adalah tradisi yang paling ditunggu-tunggu, bagi-bagi ampao. Ampao atau amplop berisi uang melambangkan kesejahteraan dan energi Tahun Baru. Seseorang yang sudah berkeluarga atau sudah menikah harus memberikan ampao pada anak-anak atau sanak keluarga yang belum menikah. Selain dibagikan pada keluarga, ampao juga diberikan pada orang-orang tidak mampu di sekitarnya.

Nah, itulah mitos-mitos yang berhubungan dengan Imlek. Selamat merayakan Imlek untuk Geligis yang merayakan!

 

Cheers! smiley
Peri Gigi.

Makna di Balik Warna Bunga Mawar
Makna di Balik Warna Bunga Mawar
Valentine sudah dekat, hari di mana orang-orang merayakannya sebagai hari kasih sayang. Ada banyak pasangan yang bertukar kado di tanggal 14 Februari, bahkan tidak sedikit orang yang menjadikan hari ini sebagai hari istimewa untuk menyatakan cinta. ... read more
Rahasia Mudik Macet Tetap Asik
Rahasia Mudik Macet Tetap Asik
Tinggal beberapa hari lagi kita memasukin hari raya Idul Fitri, apakah Geligis sudah siap-siap untuk mudik? ... read more
Introvert Bukan Berarti Gak Asik
Introvert Bukan Berarti Gak Asik
Oke, Peri Gigi akan bahas tentang apa itu introvert. Sama gak sih introvert dengan pemalu? Apa ini berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain? ... read more